Ilustrasi nikmat dunia yang amat sedikit
Saudaraku…
Pernah nyoba makan durian atau duren (bukan duda keren looh)
?? Itu loh, buah yang kata orang paling nikmat di lidah..?! Gimana rasanya?? Saya yakin siapapun yang pernah memakannya, pasti akan merasakan nikmat yang ruarr biasa..Betul khan?!
Baca entri selengkapnya »
2,5 tahun hafal juz ‘amma..
Subhanallah..Allahu akbar. Begitu hati saya terharu ketika bertemu dengan seorang anak balita yang sungguh luar biasa. Di usianya yang ke 2 tahun lebih sudah mampu hafal al-Qur’an juz amma atau juz ke 30 dari al-Qur’an. Ini bukan khayalan atau cerita dibuat-buat. Tapi ini adalah kenyataan yang saya temui.
Apa pasal? Suatu hari di kantor saya kedatangan seorang teman yang membawa keluarganya. Teman saya ini asli Pontianak, Kalimantan. Anaknya sudah 5 orang. Dan pasti masih sangat kecil-kecil dan mungil. Anaknya yang paling sulung saja baru duduk di tingkat menengah atau SMP. Dan yang paling kecil baru berumur 2.5 tahun.
Seandainya aku masuk neraka
Ditulis abishobri di nasehat hati pada 29 Juni 2010
Imam Ibrahim bin Yazid Tamimi adalah seorang yang faqih / ahli fiqih dan penasehat. Dia dan ayahnya, Yazid dianggap sebagai salah satu Imam Kufah, wafat tahun 94 H dan usianya tidak sampai 40 tahun (Siyar A’lam Nubala 5/60).
Konon ia mempunyai salah satu nasehat yang bisa membuat menyentuh hati siapapun. Imam Ibrahim suatu kali menasehati dirinya sendiri. Disebutkan seakan-akan dirinya sedang berada melewati neraka dan suatu saat sedang melintasi surga.
Dia bergumam: Saya memposisikan diri seolah-olah saya sedang berada dalam surga, meminum airnya dan memeluk para bidadari-bidadarinya yang cantik jelita. Lalu, di sisi lain diriku seolah-olah sedang berada di dalam neraka, memakan buah zaqqumnya, meminum air nanahnya dan diikat dengan rantainya. Seketika saya berkata kepada diriku sendiri: “(hai diri) Apa sebetulnya yang sedang engkau inginkan?”
Diriku menjawab sendiri: “Aku ingin dikembalikan ke dunia sehingga bisa beramal sholeh.” Aku berkata lagi: “Engkau (wahai diri) sedang berangan-angan…Segeralah beramal.”(Dari kitab Majalis Nafs oleh Ibnu Abi Dunya, hal 26)
Apabila ini adalah wasiatnya untuk dirinya sendiri, sudah barang tentu murid-muridnya lebih pantas untuk melakukan hal itu. Jiwa apabila berangan-angan melakukan amal sholeh sebelum mati, maka kesempatan amal sholeh itu terhampar untuk dirinya dan bersegera mengetuk pintu-pintunya sangat terbuka lebar. Maka berlombalah sebelum kesempatan itu terlewatkan.”
(Abi Shobri, jakarta, 30 Juni 2010)
Luasnya Ampunan Allah swt

Hadits ini adalah berita gembira yang besar, impian dan kemurahan yang amat agung dari Allah swt kepada manusia. Dan banyak lagi berbagai keutamaan, kebaikan, rahmat dan karunia yang terkandung di dalamnya. Ini senada dengan hadits Rasulullah saw yang lain yang berbunyi:
Mustahil Mencintai Islam tanpa Mencintai al-Qur’an
Islam agama yang syamil, kamil dan mutakamil. Sempurna, integral dan menyeluruh. Isinya mencakup segala dimensi persoalan hidup manusia. Dari dunia sampai akhirat. Demikian luasnya cakupan dinul Islam ini. Tapi sayangnya, di sinilah letak kelemahan umat Islam sekarang. Hampir sebagian besar umat Islam lemah dalam mengenal agamanya. Padahal dahulu Rasulullah mengajarkan para sahabatnya untuk mengenal dan memahami al-Qur’an terlebih dahulu sebelumnya mengenalkan yang lain. Dengan cara seperti ini, generasi sahabatpun akhirnya menemukan jati dirinya sebagai sebaik-baik umat bagi manusia dan peradaban. Andai saja mereka tidak bersentuhan dengan nilai-nilai al-Qur’an sebagai rujukan utama, tentunya mereka tidak menjadi apa-apa bagi sejarah.
Wasiat Imam Ibnu Jauzi kepada sang buah hatinya

- Memburu keutamaan dalam agama:
Mencari kebahagiaan melalui tantangan kesulitan

Manusia, bumi dan langit
Hidup di atas bumi saat ini memang menyimpan berbagai perasaan dilemmatis. Antara nyaman dan tidak nyaman. Apalagi itu karena disebabkan oleh perubahan zaman yang sudah mulai tidak lagi bersahabat dengan kita. Beberapa hari lalu kita mendengar informasi bahwa iklim panas sudah demikian terasa saja. Panasnya pun tidak lagi biasa. Menyisakan cuaca yang dikenal musim pancaroba. Jadwal musim hujan dan panasnya pun jadi tidak menentu lagi.
Awas…Postingan anda bisa membawa petaka!!
Menulis merupakan karunia Tuhan (baca: Allah) yang begitu besar dalam hidup ini. Tidak semua semua orang bisa menulis dengan baik. Tapi seringkali, kepandaian yang dimiliki oleh sebagian orang membuatnya menjadi kontraproduktif dalam pemanfaatannya. Wallahu a’lam, apakah itu karena dirinya kurang mengerti hal-hal yang normatif dan berbau etika yang baik, ataukah karena lemah pemahaman akan ajaran agama yang baik atau sengaja share tulisan-tulisan dan juga gambar yang tidak sopan?! Na’uzubillah min Zalik.
Harga sebuah postingan
Ditulis abishobri di Kehebatan postingan pada 23 April 2010
Postingan, adalah sebuah karya seorang penulis dan calon penulis. Dengan menulis / memosting, cermin diri dan suara hati seseorang dapat dengan mudah terlihat. Demikian pula dengan bobot dan isi. Ia memiliki daya tarik tersendiri. Saya yakin setiap postingan memiliki ‘mimbarnya’ masing-masing.
Postingan tentang curhat:
Curhat, share pribadi, terkadang memang sangat menggugah hati yang membacanya. Terlebih lagi apabila dikemas dengan bahasa yang menyentuh dan perasaan yang hanyut, bisa-bisa membawa si pembaca untuk terlibat di dalamnya. Persis seperti cerpen. Karena ia curhat, maka jika terkesan lebay dan mengangkat tema privacy juga menjadi kurang bagus. Hanya penulis yang pandai memilah-milah kata saja yang bisa mengaturnya. Agar tetap berdaya guna bagi kewibawaan si penulis.
Baca ini sebelum anda menghafalkan al-Qur’an
Ditulis abishobri di Tahfiz (trik menghafal) pada 23 April 2010
Setelah kita prolog tulisan tentang kegunaan dan manfaat yang bisa kita peroleh dari menghafal al-Qur’an di sini, maka ada baiknya kalau kita lanjutkan pembahasan tentang seluk-beluk dan karakter menghafal al-Qur’an.
Sebagian kita yang belum mengenal seluk-beluk mempelajari al-Qur’an, apalagi sampai pada tahap menghafal, pasti akan merasa terkaget-kaget ketika harus melaluinya dalam kondisi bingung. Atau bisa jadi sampai berat melanjutkannya. Tapi, ah, itu kalau tidak ada yang memberitahu atau melakukannya secara mandiri tanpa ada seorang mentor atau guru yang membimbingnya.
Baca entri selengkapnya »
Komentar anda